Mengenal Tekanan Darah dan Faktor yang Memengaruhi Hasil Pengukuran
SimpulNusa.Id - Tekanan darah merupakan salah satu parameter kesehatan yang paling sering diperiksa, baik saat berkunjung ke fasilitas kesehatan maupun menggunakan alat pengukur di rumah. Hasilnya terlihat sederhana karena hanya terdiri dari dua angka, tetapi angka tersebut dapat berubah akibat aktivitas, posisi tubuh, kondisi emosional, penggunaan alat, hingga cara pengukuran.
Karena itu, satu hasil pengukuran tidak selalu menggambarkan kondisi tekanan darah seseorang secara keseluruhan. Pengukuran yang dilakukan dengan teknik kurang tepat bahkan dapat menghasilkan angka yang berbeda dari tekanan darah sebenarnya.
CDC menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi biasanya tidak memberikan tanda atau gejala yang jelas sehingga pengukuran merupakan cara untuk mengetahui kondisi tekanan darah. CDC juga menekankan pentingnya teknik yang benar agar hasil memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai risiko kesehatan.
Memahami arti kedua angka, faktor yang memengaruhi hasil, dan cara melakukan pengukuran dengan konsisten dapat membantu seseorang mencatat informasi yang lebih berguna ketika berdiskusi dengan tenaga kesehatan.
Ringkasan Cepat
- Tekanan darah ditampilkan dalam dua angka: sistolik dan diastolik, dengan satuan mmHg.
- Satu hasil pengukuran hanya menggambarkan kondisi pada saat tersebut dan tidak selalu cukup untuk menarik kesimpulan.
- Kafein, merokok, olahraga, kandung kemih penuh, berbicara, posisi tubuh, dan kondisi emosional dapat memengaruhi hasil pengukuran.
- Gunakan manset dengan ukuran yang sesuai dan pasang pada lengan tanpa tertutup pakaian.
- Duduk tenang setidaknya lima menit sebelum pengukuran, dengan punggung ditopang, kaki rata di lantai, dan lengan setinggi jantung.
- Catatan beberapa pengukuran yang dilakukan secara konsisten biasanya lebih informatif daripada satu angka tunggal.
Apa yang Dimaksud dengan Tekanan Darah?
Tekanan darah menggambarkan tekanan darah terhadap dinding pembuluh darah ketika jantung memompa dan ketika jantung berada di antara denyutan.
Hasil pengukuran ditulis dalam satuan milimeter merkuri atau mmHg dan terdiri dari dua angka.
Tekanan sistolik
Angka bagian atas disebut tekanan sistolik. Angka ini menggambarkan tekanan ketika jantung berkontraksi dan memompa darah.
Tekanan diastolik
Angka bagian bawah disebut tekanan diastolik. Angka ini menggambarkan tekanan ketika jantung berada di antara denyutan.
American Heart Association menjelaskan bahwa kedua angka tersebut memberikan informasi berbeda dan perlu dibaca bersama ketika menilai tekanan darah.
Mengapa Tekanan Darah Perlu Diukur?
Tekanan darah tinggi dapat berlangsung tanpa keluhan yang mudah dikenali. Seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya berada di atas kisaran yang seharusnya.
CDC menyebut pengukuran tekanan darah sebagai cara untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi karena kondisi tersebut biasanya tidak mempunyai tanda atau gejala peringatan.
Pemeriksaan berkala juga membantu tenaga kesehatan melihat perubahan dari waktu ke waktu dan menentukan apakah diperlukan evaluasi lebih lanjut.
Satu Hasil Pengukuran Bukan Seluruh Gambaran
Tekanan darah bukan angka yang selalu tetap sepanjang hari.
Aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, makanan atau minuman tertentu, serta kondisi tubuh dapat menyebabkan perubahan sementara.
American Heart Association menggambarkan satu pengukuran sebagai semacam “snapshot” kondisi tekanan darah pada saat itu. Catatan hasil dari waktu ke waktu memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Karena itu, satu angka yang berbeda dari biasanya tidak sebaiknya langsung digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri.
Waktu Pengukuran Dapat Memengaruhi Hasil
Tekanan darah dapat berubah sepanjang hari. Karena itu, membandingkan hasil yang diambil pada kondisi dan waktu yang sangat berbeda dapat menimbulkan kebingungan.
Jika tenaga kesehatan meminta pemantauan di rumah, usahakan melakukan pengukuran pada waktu yang relatif konsisten sesuai instruksi yang diberikan.
American Heart Association juga menyarankan pengukuran pada waktu yang sama setiap hari ketika melakukan pemantauan di rumah.
Aktivitas Fisik sebelum Pengukuran Dapat Menaikkan Angka
Berjalan cepat, naik tangga, olahraga, atau aktivitas fisik lain dapat meningkatkan kerja jantung untuk sementara.
Jika tekanan darah langsung diukur setelah aktivitas, hasilnya dapat berbeda dibanding keadaan istirahat.
American Heart Association menyarankan menghindari olahraga setidaknya 30 menit sebelum melakukan pengukuran tekanan darah di rumah.
Jika baru berjalan cepat menuju tempat pemeriksaan, beri tubuh kesempatan untuk beristirahat sebelum manset dipasang.
Kafein dan Rokok Juga Perlu Diperhatikan
Kopi, teh berkafein, minuman energi, atau sumber kafein lain dapat memengaruhi tekanan darah untuk sementara pada sebagian orang.
Merokok juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular.
American Heart Association menyarankan tidak merokok atau mengonsumsi minuman berkafein dalam 30 menit sebelum pengukuran.
Tujuannya bukan berarti seseorang harus menghindari hal tersebut hanya demi mendapatkan angka tertentu, melainkan menciptakan kondisi pengukuran yang lebih konsisten.
Kandung Kemih Penuh Dapat Memengaruhi Pengukuran
Hal sederhana seperti ingin buang air kecil juga dapat memengaruhi hasil.
CDC dan American Heart Association sama-sama menyarankan mengosongkan kandung kemih sebelum mengukur tekanan darah.
Karena itu, jika merasa perlu ke toilet, sebaiknya lakukan terlebih dahulu sebelum duduk untuk pengukuran.
Beristirahat sebelum Pengukuran
Tubuh memerlukan waktu untuk kembali ke kondisi istirahat setelah berjalan, berbicara, atau melakukan aktivitas.
CDC menyarankan duduk dengan nyaman dan beristirahat setidaknya lima menit sebelum tekanan darah diukur.
Selama waktu tersebut, hindari percakapan, menggunakan telepon, atau aktivitas lain yang membuat tubuh kembali aktif.
Posisi Duduk Berpengaruh terhadap Akurasi
Posisi tubuh merupakan salah satu bagian penting dari teknik pengukuran.
Saat duduk, punggung sebaiknya memiliki penopang, kedua kaki diletakkan rata di lantai, dan kaki tidak disilangkan.
CDC memasukkan posisi tersebut dalam panduan pengukuran tekanan darah yang benar.
Duduk di ujung meja pemeriksaan tanpa penopang atau menyilangkan kaki dapat membuat kondisi pengukuran berbeda dari standar.
Posisi Lengan Harus Mendekati Tinggi Jantung
Lengan yang digunakan untuk mengukur tekanan darah tidak sebaiknya dibiarkan menggantung.
Letakkan lengan pada permukaan yang stabil sehingga bagian manset berada kurang lebih setinggi jantung.
American Heart Association menyarankan lengan ditopang pada permukaan datar dan berada setinggi jantung selama pengukuran.
Posisi yang konsisten membantu mengurangi variasi yang berasal dari teknik pengukuran.
Manset Harus Dipasang pada Kulit, Bukan di Atas Pakaian
Mengukur melalui lengan baju dapat mengurangi ketepatan pemasangan manset.
CDC menyarankan manset ditempatkan pada kulit lengan secara langsung, bukan di atas pakaian.
Jika pakaian terlalu ketat untuk digulung tanpa menekan lengan, lebih baik lepaskan atau atur pakaian sehingga manset dapat dipasang dengan benar.
Ukuran Manset Sangat Penting
Manset yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menghasilkan angka yang tidak akurat.
American Heart Association menyarankan memilih alat dengan manset yang sesuai ukuran lingkar lengan.
Karena itu, jangan hanya memilih alat berdasarkan merek atau fitur digital. Periksa apakah ukuran manset cocok dengan pengguna.
Jika alat digunakan oleh beberapa anggota keluarga dengan ukuran lengan berbeda, masing-masing mungkin membutuhkan ukuran manset yang berbeda.
Jangan Berbicara saat Pengukuran
Percakapan selama manset sedang mengukur dapat mengganggu kondisi istirahat.
CDC secara khusus mencantumkan agar tidak berbicara selama pengukuran tekanan darah.
Hindari pula menelepon atau terus melihat notifikasi selama proses berlangsung.
Kondisi Emosional Dapat Membuat Hasil Berbeda
Rasa cemas, terburu-buru, marah, atau stres dapat memengaruhi respons tubuh.
Hal ini menjadi salah satu alasan hasil di fasilitas kesehatan dan di rumah terkadang berbeda.
American Heart Association menjelaskan bahwa sebagian orang dapat mengalami white coat hypertension, yaitu hasil tinggi di fasilitas kesehatan tetapi tidak ketika diukur di luar fasilitas. Sebaliknya, ada pula masked hypertension, ketika hasil di fasilitas tampak normal tetapi lebih tinggi di luar fasilitas.
Perbedaan seperti ini perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan, bukan disimpulkan sendiri hanya dari beberapa pembacaan.
Gunakan Alat yang Sesuai untuk Pemantauan di Rumah
Untuk penggunaan di rumah, American Heart Association merekomendasikan monitor otomatis dengan manset pada lengan atas. Monitor pergelangan tangan dan jari dinilai kurang dapat diandalkan dibanding pengukuran lengan atas.
Pilih alat yang telah divalidasi dan gunakan sesuai petunjuk produsennya.
Jika ragu mengenai alat yang digunakan, bawa perangkat saat berkonsultasi agar tenaga kesehatan dapat memeriksa apakah teknik dan hasilnya sesuai.
Jangan Mengandalkan Smartwatch atau Perangkat Tanpa Manset sebagai Pengganti
Perangkat wearable semakin banyak menawarkan fitur terkait tekanan darah, tetapi teknologi dan validasinya berbeda antara satu perangkat dan lainnya.
Untuk keputusan medis, gunakan perangkat yang direkomendasikan dan tervalidasi serta ikuti saran tenaga kesehatan.
American Heart Association masih menempatkan pengukuran manset lengan atas sebagai metode utama untuk pemantauan rumah.
Lakukan Lebih dari Satu Pengukuran bila Dianjurkan
American Heart Association menyarankan mengambil dua hasil dengan jarak sekitar satu menit ketika melakukan pengukuran di rumah dan mencatat keduanya.
Tujuannya adalah mendapatkan gambaran yang lebih stabil daripada hanya menggunakan pembacaan pertama.
Jika tenaga kesehatan memberikan pola pengukuran berbeda, ikuti instruksi tersebut karena kebutuhan pemantauan dapat berbeda antarindividu.
Catat Hasil secara Konsisten
Catatan hasil dapat berupa buku, lembar pemantauan, aplikasi, atau memori yang tersedia pada perangkat.
Sertakan tanggal dan waktu agar pola lebih mudah dilihat.
Informasi tambahan seperti baru minum obat, sedang sakit, atau kondisi lain yang tidak biasa juga dapat berguna jika memang relevan.
Catatan beberapa hari atau minggu memberikan informasi yang lebih bermakna untuk dibahas dengan tenaga kesehatan daripada mencoba mengingat angka dari ingatan.
Jangan Mengejar Angka dengan Mengukur Berulang Kali karena Cemas
Jika satu hasil terlihat berbeda, keinginan untuk mengukur berulang kali sampai mendapatkan angka yang diinginkan dapat muncul.
Pendekatan seperti ini justru dapat meningkatkan kecemasan dan membuat kondisi pengukuran semakin tidak konsisten.
Ikuti pola pemantauan yang disarankan tenaga kesehatan. Jika mendapatkan satu hasil tinggi, American Heart Association menyarankan melakukan pengukuran ulang dan mencatat hasilnya, bukan langsung panik.
Obat dan Kondisi Kesehatan Dapat Memengaruhi Tekanan Darah
Beberapa obat resep maupun obat bebas dapat memengaruhi tekanan darah.
Kondisi kesehatan tertentu juga dapat berperan.
Karena itu, saat konsultasi sampaikan obat, suplemen, dan produk lain yang digunakan. Jangan menghentikan atau mengubah obat hanya berdasarkan hasil pengukuran di rumah tanpa berdiskusi dengan tenaga kesehatan.
American Heart Association secara khusus mengingatkan agar orang yang memantau tekanan darah di rumah tidak menghentikan obat tekanan darah tanpa berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Hasil di Rumah dan di Fasilitas Kesehatan Bisa Berbeda
Perbedaan lingkungan, tingkat kecemasan, waktu, posisi, alat, dan teknik dapat menghasilkan perbedaan angka.
Itulah sebabnya pemantauan di luar fasilitas kesehatan dapat digunakan sebagai informasi tambahan dalam evaluasi tekanan darah.
American Heart Association menyebut pengukuran mandiri di rumah sebagai pendekatan yang diakui untuk pemantauan tekanan darah di luar fasilitas kesehatan dan dapat membantu dalam konfirmasi serta pengelolaan hipertensi.
Namun, hasil tersebut tetap perlu dibaca dalam konteks klinis oleh tenaga kesehatan.
Jangan Menentukan Diagnosis dari Satu Angka
Diagnosis tekanan darah tinggi tidak sebaiknya dibuat sendiri berdasarkan satu pembacaan.
American Heart Association menegaskan bahwa diagnosis hipertensi perlu dikonfirmasi oleh dokter atau profesional kesehatan.
Jika hasil berulang kali lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya, simpan catatan dan konsultasikan agar penyebab serta langkah berikutnya dapat dinilai dengan tepat.
Kapan Hasil Tekanan Darah Membutuhkan Perhatian Segera?
American Heart Association menyebut tekanan darah di atas 180/120 mmHg sebagai rentang yang membutuhkan perhatian segera. Jika hasil tersebut tetap sangat tinggi setelah diukur kembali dan disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, kelemahan atau mati rasa, perubahan penglihatan, atau kesulitan berbicara, kondisi tersebut dapat merupakan keadaan darurat medis.
Dalam situasi dengan gejala serius, jangan menunggu angka turun sendiri. Cari pertolongan medis darurat.
Untuk hasil yang sangat tinggi tanpa gejala tersebut, hubungi tenaga kesehatan segera untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.
Checklist Mengukur Tekanan Darah di Rumah
Sebelum melakukan pengukuran, periksa kembali:
- Apakah alat yang digunakan merupakan monitor lengan atas yang sesuai dan tervalidasi?
- Apakah ukuran manset sesuai lingkar lengan?
- Apakah olahraga, merokok, atau minuman berkafein sudah dihindari setidaknya 30 menit sebelumnya?
- Apakah kandung kemih sudah dikosongkan?
- Apakah sudah duduk tenang sekitar lima menit?
- Apakah punggung ditopang?
- Apakah kedua kaki rata di lantai dan tidak disilangkan?
- Apakah manset dipasang pada kulit, bukan di atas pakaian?
- Apakah lengan ditopang setinggi jantung?
- Apakah selama pengukuran tidak berbicara?
- Apakah hasil dicatat bersama tanggal dan waktu?
- Apakah pola pengukuran mengikuti instruksi tenaga kesehatan?
Kesimpulan
Tekanan darah merupakan parameter yang dapat berubah dari waktu ke waktu dan dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, angka yang diperoleh tidak hanya ditentukan oleh kondisi tubuh, tetapi juga oleh bagaimana pengukuran dilakukan.
Tekanan sistolik menunjukkan tekanan ketika jantung memompa darah, sedangkan tekanan diastolik menggambarkan tekanan di antara denyutan. Kedua angka tersebut perlu dipahami bersama.
Untuk memperoleh hasil yang lebih konsisten, hindari olahraga, merokok, dan kafein sebelum pengukuran, kosongkan kandung kemih, duduk tenang, gunakan manset dengan ukuran sesuai, letakkan lengan setinggi jantung, dan jangan berbicara selama proses berlangsung.
Yang paling penting, jangan menggunakan satu angka untuk mendiagnosis diri sendiri. Catatan pengukuran yang dilakukan dengan teknik konsisten dapat menjadi informasi yang lebih berguna untuk dibahas bersama tenaga kesehatan.
FAQ
Apa perbedaan tekanan sistolik dan diastolik?
Tekanan sistolik adalah angka atas yang menggambarkan tekanan ketika jantung berkontraksi, sedangkan tekanan diastolik adalah angka bawah yang menggambarkan tekanan di antara denyutan jantung.
Kenapa hasil tekanan darah bisa berbeda dalam waktu singkat?
Tekanan darah dapat berubah akibat aktivitas, posisi, stres, kafein, merokok, waktu pengukuran, kandung kemih penuh, teknik pengukuran, dan faktor lain. Karena itu, hasil perlu dilihat sebagai bagian dari pola, bukan angka tunggal.
Apakah boleh mengukur tekanan darah di atas pakaian?
Sebaiknya tidak. CDC dan American Heart Association menganjurkan manset dipasang langsung pada kulit lengan agar pengukuran lebih akurat.
Berapa lama perlu duduk sebelum mengukur tekanan darah?
CDC dan American Heart Association menyarankan beristirahat dengan tenang setidaknya sekitar lima menit sebelum pengukuran.
Apakah hasil tinggi sekali berarti pasti hipertensi?
Tidak. Satu hasil tidak cukup untuk mendiagnosis hipertensi. Lakukan pengukuran sesuai petunjuk dan konsultasikan hasil berulang kepada tenaga kesehatan.