Menentukan Cara Belajar yang Sesuai dengan Tujuan dan Kebutuhan
SimpulNusa.Id - Tidak semua kegiatan belajar membutuhkan cara yang sama. Menghafal istilah, memahami konsep, belajar bahasa, menyelesaikan soal matematika, melatih presentasi, dan menguasai keterampilan praktis masing-masing menuntut pendekatan yang berbeda.
Karena itu, mencari satu metode belajar yang dianggap paling cocok untuk semua situasi sering kali kurang membantu. Cara belajar sebaiknya dipilih berdasarkan apa yang ingin dikuasai, seberapa dalam pemahaman yang dibutuhkan, waktu yang tersedia, serta bagaimana hasil belajar nantinya akan digunakan.
Riset tentang ilmu belajar menunjukkan bahwa strategi seperti retrieval practice dan spaced practice memiliki dukungan bukti yang kuat dan dapat digunakan dalam berbagai bidang. Namun, strategi tersebut tetap perlu diterapkan sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
Dengan pendekatan seperti ini, belajar tidak lagi sekadar menghabiskan waktu membaca atau mengulang materi. Prosesnya menjadi lebih terarah karena setiap aktivitas memiliki fungsi yang jelas.
Ringkasan Cepat
- Pilih cara belajar berdasarkan tujuan, bukan hanya berdasarkan kebiasaan.
- Bedakan apakah materi perlu diingat, dipahami, diterapkan, atau dilatih sebagai keterampilan.
- Belajar aktif umumnya lebih berguna daripada hanya membaca ulang secara pasif.
- Retrieval practice membantu melatih kemampuan mengingat kembali informasi tanpa melihat sumber.
- Spaced practice membantu menyebarkan belajar dalam beberapa sesi daripada menumpuk semuanya pada satu waktu.
- Evaluasi hasil belajar secara berkala agar metode yang digunakan dapat disesuaikan.
Mulai dari Tujuan Belajar
Sebelum memilih teknik, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Tujuan belajar dapat berbeda-beda. Seseorang mungkin ingin memahami konsep untuk ujian, mengingat kosakata, menyelesaikan soal, menulis esai, menguasai perangkat lunak, atau mempelajari keterampilan untuk pekerjaan.
Tujuan yang berbeda membutuhkan aktivitas belajar yang berbeda.
Jika tujuannya mengingat fakta, latihan mengambil informasi dari ingatan dapat lebih relevan. Jika tujuannya memecahkan masalah, latihan soal dan penerapan konsep menjadi lebih penting. Jika yang dipelajari adalah keterampilan praktis, pembelajaran perlu melibatkan praktik langsung.
Bedakan Mengingat, Memahami, dan Menerapkan
Belajar sering dianggap berhasil ketika seseorang dapat mengenali materi saat membacanya kembali. Padahal, merasa familiar dengan informasi tidak selalu berarti mampu menggunakannya tanpa bantuan.
Secara praktis, hasil belajar dapat dilihat dalam beberapa tingkat.
- Mengingat: mampu menyebutkan kembali informasi.
- Memahami: mampu menjelaskan ide dengan kata-kata sendiri.
- Menerapkan: mampu menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah atau melakukan tugas.
Semakin tinggi tuntutan hasil belajar, semakin aktif pula proses yang biasanya diperlukan.
Membaca dapat menjadi langkah awal untuk memahami materi baru, tetapi aktivitas berikutnya perlu membantu menguji apakah informasi tersebut benar-benar dapat diingat atau digunakan.
Artikel Pilihan Lainnya
Hindari Hanya Membaca Ulang
Membaca ulang catatan atau buku sering terasa nyaman karena materi tampak semakin familiar. Namun, familiaritas dapat membuat seseorang merasa sudah menguasai materi sebelum benar-benar mampu menjelaskannya kembali.
Institute of Education Sciences mencatat bahwa banyak pelajar cenderung menggunakan strategi pasif seperti membaca ulang, sementara latihan mengambil informasi dari ingatan merupakan strategi belajar yang kuat.
Karena itu, setelah membaca suatu bagian, tutup sumber dan coba jelaskan kembali inti materi tanpa melihatnya.
Artikel Pilihan Lainnya
Bagian yang sulit diingat menunjukkan area yang masih perlu dipelajari.
Gunakan Retrieval Practice untuk Menguji Ingatan
Retrieval practice berarti mencoba mengambil kembali informasi dari ingatan tanpa terlebih dahulu melihat jawaban.
Bentuknya dapat berupa menjawab pertanyaan, membuat kuis sendiri, menulis apa yang diingat setelah membaca, menjelaskan materi kepada orang lain, atau menggunakan flashcard.
The Learning Scientists menjelaskan bahwa proses mengambil informasi dari ingatan dapat membantu membuat pembelajaran lebih tahan lama sekaligus menunjukkan bagian yang belum dikuasai.
Strategi ini bukan sekadar menguji hasil belajar. Proses mengingat kembali itu sendiri merupakan bagian dari belajar.
Sebarkan Belajar dalam Beberapa Sesi
Belajar dalam satu sesi panjang menjelang ujian dapat menghasilkan rasa familiar dalam waktu singkat, tetapi informasi lebih mudah dilupakan setelahnya.
Spaced practice berarti membagi belajar ke dalam beberapa sesi yang tersebar sepanjang waktu.
Institute of Education Sciences menjelaskan bahwa spacing membantu pembelajaran dengan menyebarkan pelajaran dan kesempatan mengingat kembali daripada menumpuk semuanya dalam satu waktu.
The Learning Scientists juga menempatkan spaced practice sebagai salah satu strategi belajar dengan dukungan bukti luas di berbagai bidang.
Dalam praktiknya, materi yang dipelajari hari ini dapat ditinjau kembali beberapa hari kemudian, kemudian diulang lagi setelah jeda berikutnya.
Gabungkan Spacing dan Retrieval
Kedua strategi tersebut dapat digunakan bersama.
Alih-alih membaca ulang materi setiap beberapa hari, gunakan setiap sesi untuk mencoba mengingat kembali konsep atau menjawab pertanyaan tanpa melihat sumber.
Jika jawaban masih salah atau tidak lengkap, periksa materi, koreksi kesalahan, kemudian coba kembali pada kesempatan berikutnya.
Kombinasi ini membantu belajar menjadi aktif sekaligus tersebar sepanjang waktu. The Learning Scientists menyebut spaced practice dan retrieval practice sebagai dua strategi yang sangat luas penerapannya dan dapat digunakan bersama.
Gunakan Contoh untuk Memahami Konsep Abstrak
Beberapa materi lebih mudah dipahami setelah dihubungkan dengan contoh nyata.
Konsep ekonomi, matematika, sains, tata bahasa, maupun teori sosial dapat terasa abstrak ketika hanya dipelajari melalui definisi.
Cari atau buat contoh sendiri, lalu tanyakan bagian mana dari contoh tersebut yang mewakili konsep yang sedang dipelajari.
Setelah memahami satu contoh, coba gunakan konsep yang sama pada situasi berbeda. Cara ini membantu mengurangi ketergantungan pada satu bentuk soal atau satu ilustrasi tertentu.
Jelaskan Materi dengan Kata-Kata Sendiri
Menjelaskan kembali informasi dapat membantu mengetahui apakah suatu konsep benar-benar dipahami.
Setelah belajar, coba jawab beberapa pertanyaan sederhana: apa inti konsep ini, mengapa hal tersebut terjadi, bagaimana hubungannya dengan materi lain, dan kapan konsep ini dapat digunakan?
Jika penjelasan masih sangat bergantung pada kalimat buku atau catatan, pemahaman mungkin belum cukup kuat.
Tidak harus selalu menjelaskan kepada orang lain. Menulis ringkasan singkat atau berbicara sendiri juga dapat digunakan selama prosesnya memaksa kita membangun penjelasan dari pemahaman sendiri.
Latihan Soal Penting untuk Materi Berbasis Pemecahan Masalah
Untuk pelajaran seperti matematika, fisika, statistik, pemrograman, atau bidang lain yang membutuhkan pemecahan masalah, membaca contoh saja tidak cukup.
Pelajar perlu mencoba mengerjakan soal sendiri.
Mulailah dari contoh yang memiliki panduan, kemudian secara bertahap beralih ke soal yang menuntut penyelesaian mandiri.
Setelah melakukan kesalahan, jangan hanya melihat jawaban benar. Periksa langkah mana yang salah dan mengapa kesalahan tersebut terjadi.
Kesalahan yang dianalisis dapat memberikan informasi tentang konsep yang masih perlu diperbaiki.
Jangan Memilih Metode Hanya Berdasarkan Istilah “Gaya Belajar”
Seseorang mungkin memiliki preferensi tertentu, misalnya lebih nyaman membaca, mendengar, melihat diagram, atau melakukan praktik langsung.
Namun, metode belajar sebaiknya terutama ditentukan oleh materi dan tujuan, bukan hanya oleh satu label preferensi.
Belajar anatomi mungkin sangat terbantu oleh visual. Belajar pengucapan bahasa membutuhkan suara. Keterampilan olahraga membutuhkan praktik gerakan. Sementara pemahaman teks tetap membutuhkan membaca.
Karena itu, gunakan bentuk belajar yang sesuai dengan informasi yang sedang dipelajari dan kemampuan yang ingin dibangun.
Gunakan Catatan sebagai Alat Berpikir
Catatan yang baik tidak harus menyalin semua kata dari buku atau penjelasan guru.
Catatan sebaiknya membantu menangkap struktur informasi: ide utama, hubungan antar-konsep, istilah penting, contoh, pertanyaan, dan bagian yang belum dipahami.
Setelah belajar, catatan dapat diubah menjadi pertanyaan untuk retrieval practice.
Dengan begitu, catatan tidak hanya menjadi arsip, tetapi bagian dari proses belajar aktif.
Sesuaikan Metode dengan Waktu yang Tersedia
Cara belajar juga perlu realistis terhadap waktu.
Jika memiliki beberapa minggu sebelum ujian, materi dapat dibagi dan diulang secara bertahap. Jika waktu terbatas, prioritas perlu diberikan pada konsep inti dan bagian yang paling belum dikuasai.
Membuat jadwal yang terlalu padat dapat menyebabkan seluruh rencana gagal setelah satu sesi terlewat.
Lebih baik membuat target belajar yang dapat dipertahankan daripada jadwal ideal yang sulit dijalankan.
Belajar Singkat tetapi Teratur Bisa Lebih Berguna
Sesi belajar tidak selalu harus berlangsung berjam-jam.
Durasi yang sesuai tergantung jenis aktivitas, kemampuan konsentrasi, dan tingkat kesulitan materi.
Untuk banyak situasi, beberapa sesi yang relatif singkat dan tersebar dapat lebih mudah dipertahankan dibanding satu sesi sangat panjang.
Prinsip spacing tidak menuntut durasi tertentu, melainkan menekankan bahwa pembelajaran dilakukan kembali setelah jeda waktu. Bahkan penelitian tentang spacing menunjukkan manfaat menyebarkan latihan dibanding menumpuk latihan sekaligus.
Kurangi Gangguan ketika Belajar
Lingkungan belajar tidak harus selalu sunyi, tetapi gangguan yang terus menarik perhatian dapat membuat proses belajar terputus-putus.
Notifikasi pesan, media sosial, percakapan, atau kebiasaan berpindah aplikasi dapat mengurangi waktu yang benar-benar digunakan untuk memahami materi.
Sebelum mulai, siapkan bahan yang dibutuhkan dan kurangi sumber gangguan yang dapat dikendalikan.
Jika belajar menggunakan perangkat yang sama dengan media sosial atau hiburan, gunakan mode fokus atau matikan notifikasi selama periode tertentu.
Sesuaikan Belajar dengan Jenis Materi
Tidak semua teknik cocok untuk semua materi.
Beberapa contoh penyesuaian sederhana:
- Fakta dan istilah: gunakan retrieval practice dan pengulangan berkala.
- Konsep: jelaskan dengan kata sendiri, buat contoh, dan bandingkan konsep yang mirip.
- Soal hitungan: kerjakan latihan dan analisis kesalahan.
- Bahasa: gabungkan kosakata, membaca, mendengar, berbicara, dan penggunaan dalam konteks.
- Keterampilan praktis: lakukan praktik langsung disertai umpan balik.
- Menulis: membaca contoh, membuat kerangka, menulis, lalu merevisi hasil.
Pendekatan campuran seperti ini biasanya lebih masuk akal daripada memaksakan satu metode untuk seluruh jenis pembelajaran.
Gunakan Umpan Balik untuk Memperbaiki Cara Belajar
Belajar akan sulit berkembang jika seseorang tidak mengetahui bagian mana yang masih salah.
Umpan balik dapat berasal dari guru, dosen, tutor, jawaban latihan, rekan belajar, atau hasil pekerjaan sebelumnya.
Setelah menerima umpan balik, jangan hanya memperbaiki jawaban. Cari pola kesalahan.
Jika kesalahan terus muncul pada jenis soal atau konsep yang sama, bagian tersebut perlu dipelajari kembali dengan cara yang berbeda.
Jangan Mengukur Belajar Hanya dari Lama Waktu
Dua jam belajar tidak selalu menghasilkan pemahaman lebih baik daripada satu jam belajar.
Waktu hanya menunjukkan durasi, bukan kualitas aktivitas.
Ukuran yang lebih berguna adalah apakah setelah sesi belajar seseorang mampu menjelaskan materi, menjawab pertanyaan, menyelesaikan soal, atau melakukan keterampilan dengan lebih baik dibanding sebelumnya.
Dengan cara ini, kemajuan dinilai berdasarkan kemampuan, bukan sekadar jumlah jam.
Evaluasi Strategi secara Berkala
Metode yang berhasil pada satu mata pelajaran belum tentu paling efektif untuk mata pelajaran lain.
Setelah beberapa sesi, evaluasi hasilnya.
Tanyakan apakah materi masih dapat diingat setelah beberapa hari, apakah soal dapat dikerjakan tanpa melihat contoh, apakah konsep dapat dijelaskan dengan bahasa sendiri, dan bagian mana yang masih sering salah.
Jika hasil belum sesuai, ubah strategi. Belajar yang efektif membutuhkan penyesuaian, bukan kepatuhan pada satu teknik tertentu.
Checklist Menentukan Cara Belajar
Gunakan pertanyaan berikut sebelum menentukan metode belajar:
- Apa tujuan yang ingin saya capai?
- Apakah materi perlu diingat, dipahami, diterapkan, atau dipraktikkan?
- Bagian mana yang sudah saya kuasai dan mana yang belum?
- Apakah saya hanya membaca ulang atau sudah mencoba mengambil informasi dari ingatan?
- Apakah belajar sudah dibagi dalam beberapa sesi?
- Apakah saya memiliki kesempatan latihan yang sesuai dengan jenis materi?
- Apakah saya memeriksa kesalahan setelah latihan?
- Apakah lingkungan belajar terlalu banyak gangguan?
- Apakah jadwal belajar realistis dengan waktu yang tersedia?
- Apakah saya mengevaluasi kemampuan, bukan hanya jumlah jam belajar?
Kesimpulan
Cara belajar yang baik bukan satu metode yang berlaku untuk semua orang dan semua materi. Strategi perlu dipilih berdasarkan tujuan, jenis pengetahuan atau keterampilan yang ingin dikuasai, waktu yang tersedia, serta hasil yang ingin dicapai.
Membaca dan mencatat dapat menjadi bagian dari belajar, tetapi proses sebaiknya tidak berhenti di sana. Cobalah mengambil informasi dari ingatan, menyebarkan sesi belajar sepanjang waktu, menjelaskan konsep dengan kata sendiri, mengerjakan latihan, dan menggunakan umpan balik untuk memperbaiki kesalahan.
Retrieval practice dan spaced practice memiliki dukungan riset yang kuat dan dapat menjadi fondasi yang berguna dalam banyak situasi belajar. Namun, keduanya tetap perlu dikombinasikan dengan aktivitas yang sesuai dengan materi.
Pada akhirnya, metode belajar yang paling bermanfaat adalah metode yang membantu seseorang benar-benar menguasai kemampuan yang dibutuhkan dan dapat dijalankan secara konsisten.
FAQ
Apakah ada satu metode belajar yang paling efektif untuk semua orang?
Tidak. Beberapa strategi memiliki dukungan bukti yang kuat, tetapi penerapannya perlu disesuaikan dengan materi, tujuan belajar, dan kemampuan yang ingin dibangun.
Apa itu retrieval practice?
Retrieval practice adalah latihan mencoba mengambil kembali informasi dari ingatan tanpa langsung melihat sumber, misalnya melalui kuis, pertanyaan, flashcard, atau menjelaskan materi dengan kata-kata sendiri.
Apa itu spaced practice?
Spaced practice adalah membagi kegiatan belajar ke beberapa sesi yang tersebar sepanjang waktu daripada mengerjakan semuanya dalam satu sesi panjang.
Apakah membaca ulang tidak berguna sama sekali?
Membaca ulang dapat membantu meninjau informasi, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya strategi. Gabungkan dengan latihan mengingat, menjelaskan, atau menerapkan materi.
Bagaimana mengetahui metode belajar yang digunakan sudah efektif?
Periksa apakah setelah jeda waktu Anda masih mampu mengingat, menjelaskan, mengerjakan soal, atau menggunakan keterampilan tersebut tanpa terlalu bergantung pada catatan.